Kapolres Halsel menyambangi M. Djalil |
HALSEL,MALUT.CO - Pria itu terbaring lesu, seakan pasrah pada kehidupannya. Penyakit yang menderanya cukup mengkhawatirkan, jangankan berobat di Rumah Sakit, untuk membeli obat sekelas Asam Mefenamat pun hampir tak bisa. Ekonomi keluarganya memprihatinkan. Semua itu melengkapi deritanya.
Dia adalah Muhammad Djalil (21), penderita penyakit Jantung Bocor.
Pria kelahiran 28 Februari 1996, Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan Halmahera Selatan itu, nyaris tak ingin hidup lagi. Penyakit yang dideritanya menyelenyapkan semangat hidupnya, segala sesuatu tak dapat dilakukan seorang diri, harus butuh bantuan orang, mulai dari bangun dari tempat tidur hingga ke WC (toilet).
Mula-mula Muhammad divonis mengalami penyakit Jantung Bengkak, setelah keluarganya patungan (uang) untuk berobat di RSUD Labuha pada 2012 silam. Lalu, pada tahun berikut, 2013 ia divonis alami Jantung Bocor. Kini keluarganya hanya pasrah, berdoa agar ada keajaiban menghampiri Muhammad.
Sejak menderita penyakit itu, anak dari pasangan Alm. Abdul Gaji Soamole dan Nursanti Barnawi ini tak pernah mendapat santunan pemerintah, jangankan membantu, datang untuk jenguk pun tak pernah.
Kini, ia hanya terbaring lemas di kediamannya di RT 05 Desa Amasing Kota Kecamatan Bacan.
Rabu (22/11/2017), hari ini, keluarga Muhammad Djalil, kejutkan dengan datangnya Kapolres Halsel, AKBP. Irfan Satya Prasaja Marpaung, yang didampingi Wakapolres Halsel, Kompol Agus Hermawan, serta para perwira di Polres Halsel untuk melihat secara langsung kondisi Muhammad.
AKBP. Irfan Satya Prasaja Marpaung pun menggunakan kesempatan itu untuk berbincang-bincang dengan Muhammad, Si penderita jantung bocor pun minta Kapolres itu mendoakan dirinya agar diberikan kekuatan, bersabar dan ada jalan keluar untuk mengangkat penyakit yang dideritanya yang sudah kurang lebih 5 tahun ini mendera.
"Semoga diberikan kekuatan dan kesembuhan," doa Kapolres.
Dihadapan wartawan, Kapolres memaparkan alasan menjenguk Muhammad, bahwa setelah dirinya mengetahui ada salah satu warga di Desa Amasing Kota, yang tidak lain adalah anak kedua dari tiga bersaudara yakni Muhammad Djalil, kurang lebih 5 tahun divonis penderita penyakit jantung bocor, pihaknya langsung melakukan rapat dengan sejumlah perwira di Polres Halsel, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap Muhammad Djalil, yang saat ini dengan sedang terbaring di tempat tidur.
"Sekadar bantuan dari kami (Polres), untuk meringankan biaya pengobatan Muhammad Djalil, yang saat ini menderita penyakit jantung bocor," kata Kapolres.
Ia berharap, semoga ada pihak-pihak lain terutama pemerintah daerah agar memberikan perhatian, terhadap Muhammad Djalil, untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya, apalagi pasien diketahui anak yatim karena ayahnya Abdul Gani Soamole, telah meninggal dunia pada 2011 lalu.
Kapolres Halsel AKBP. Irfan Satya Prasaja Marpaung tercatat sebagai satu-satunya pejabat di daerah itu yang menjenguk Muhammad.
Sementara Nursanti Barmawi, ibu dari Muhammad Djalil, yang hanya seorang pedagang Barito (Bawang Rica dan Tomat) tak bisa berbuat banyak dengan kondisi anaknya.
Meskipun begitu, Nusanti tetap berusaha agar anaknya bisa sembuh. Beberapa kali anaknya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan baik rumah sakit di Ternate maupun di Bacan.
"Torang berharap ada perhatian dari pemerintah untuk kesembuhan anak kami," lirih ibunda Muhammad.
Rfq