Pemkot Tikep Bertemu Warga Soal Pembangunan 30 Kios

Editor: Indotema.com
[caption id="attachment_653" align="aligncenter" width="600"] Walikota dan Wakil Walikota berserta dinas terkait meninjau lokasi pembangunan 30 kios (Foto: Irwan Basri/malutco)[/caption]

TIDORE, MALUT.CO – Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan beserta dinas terkait melakukan pertemuan dengar pendapat dengan 45 pedagang dan warga penghuni Rumah Tinggal bagian Selatan Pasar Sarimalaha terkait penggusuran lokasi tersebut untuk dibangunnya 30 kios.


Ali Ibrahim menyampaikan dalam pertemuan tersebut proses pembangunan kios ini berlangsung 6 bulan, dimulai April 2017 dengan anggaran sebesar Rp 6 milyar. Dan setelah dibangun, pedagang yang terinventarisir dapat kembali berjualan.


"Pembangunan ini didanai oleh APBN, Jadwalnya ditetapkan selama 6 bulan mulai dari bulan April nanti," tutur Ali Ibrahim di depan Kantor UPTD Pasar Sarimalaha, Senin 27 Maret 2017 sekira pukul 09.56 WIT.


[caption id="attachment_654" align="aligncenter" width="600"] Walikota dan Wakil Walikota berserta dinas terkait makan bersama para pedagang di Rumah Makan Ratu Sayang Pasar Sarimalaha Tidore (Foto : Irwan Basri/malutco)[/caption]

Usai memberikan arahan, Walikota beserta rombongan langsung tinjau lokasi dan berakhir dengan diskusi ringan serta makan bersama para pedagang di Rumah Makan Ratu Sayang Pasar Sarimalaha.


Saat ditanya soal tempat tinggal pedagang, Ali menjelaskan bahwa pemerintah tidak menyediakan tempat tinggal, hanya menyediakan tempat berdagang.


"Saya mau dengar pendapat kalian (pedagang), mau pindah sebelah mana, kalau tempat tinggal pemerintah tidak menyediakan itu, jika mau pemerintah akan menyediakan Rumah Susun untuk pedagang," kata Ali di Rumah Makan Ratu Sayang.


Kepala Dinas Perindagkop, Ir Saiful Bahri Latif M.Si saat dikonfirmasi menjelaskan, karena perencanaan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, maka setelah review sudah langsung dibuka proses pelelang dibulan April Minggu pertama, sehingga sebelum pelelangan kondisi lapangan atau lahan sudah harus aman. (Ibas/ryk)


 

Share:
Komentar

Terbaru