Pegang Tangan Keliling Ternate Diwarnai Penolakan Warga

Editor: Redaksi author photo
Aksi Penolakan
Ternate, M.id,- Di tengah berlangsungnya kegiatan Gugu Gia Sigololi Ternate atau berpegang tangan mengelilingi Ternate, sejumlah pemuda dan masyarakat menggelar aksi penolakan di Kelurahan Tarau, Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara.

"Masyarakat seakan dipaksa melakukan hal-hal seremonial yang tidak punya dampak substansif bagi pengembangan daerah," kata Koordinator aksi, Wawan Ilyas, kepada malut.id, di Tarau, Kec Ternate Utara, Jumat 6 September 2019.

Wawan mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kritik terhadap Pemerintah Kota Ternate dan panitia Creative Cities Festival (ICCF). Olehnya itu, lanjut Wawan, mereka mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini.

"Karena di satu sisi, masih banyak masalah di Kota Ternate yang seharusnya menjadi perhatian serius. Bukan dengan ramean-ramean yang tidak bermanfaat seperti ini," ungkapnya.

Sebelumnya, tema item Gugu Gia Sigololi Ternate ini bernama Coho Gia Kololi Kie. Namun tema itu diprotes beberapa perangkat adat Kesultanan Ternate. Sebab konotasi dari kalimat Coho dipandang negatif. Bisa disebut berpegangan atau menangkap.

Sedangkan Kololi Kie berhubungan dengan ritual adat Kesultanan Ternate, yakni Kololi Kie Mote Ngolo atau mengelilingi gunung melalui jalur laut, dan Kololi Kie Mote Kie atau mengelilingi gunung melalui jalur darat.

Dari alasan itu, panitia ICCF bersepakat mengganti setelah melakukan pertemuan di Kedaton Kesultanan Ternate. Kendati tema dari item tersebut telah diganti, namun skema kegiatan tak dirubah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Ternate, Abdullah Sadik, saat turun memantau suasana aksi di Tarau, menegaskan bahwa pelaksanaan Gugu Gia Sigololi Ternate didukung penuh oleh masyarakat.

"Tinggal tunggu saja. Kami punya permainan nanti ada lagi. Pokoknya permainan menarik," tutur Abdullah Sadik kepada malut.id, tanpa menjelaskan permainan apa yang dimaksud.

Menanyakan kondisi peserta yang berpegang tangan mengelilingi Ternate terputus-putus, Abdullah menanggapi datar, bahwa kegiatan tersebut sudah selesai. "Sudah, sudah selesai. Tetap jadi. Sudah selesai. Tapi itu hak panitia untuk menjawab. Cuma, maksudnya, masyarakat mendukung," ucapnya.

(Ols)
Share:
Komentar

Terbaru