Komunitas Togale Haltim Sebut Kerja Inspektorat Tidak Maksimal

Editor: Redaksi
Kantor Inspektorat Haltim | Foto Donis Katengar

MABA,MALUT.CO - Komunitas Tobelo, Galela (Togale) Halmahera Timur (Haltim) menilai hasil evaluasi dan monitoring pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang disampaikan Kepala Inspektorat Haltim tidak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya, Inspektorat terkesan hanya memeriksa diatas kertas saja.

Ketua komunitas Togale Haltim, Rustam Malega menyatakan, apa yang disampaikan oleh Kepala Inspektorat Haltim pada pemberitaan sebelumnya, bahwa hasil evaluasi dan monitoring ADD dan DD pada tahun 2016 hanya temuan administrasi saja, sangat keliru. 

"Ini tandanya Inspektorat bekerja tidak maksimal, karena tidak pernah mengkroscek di lapangan setiap program fisik yang terterah dalam APBDes, apakah benar dikerjakan oleh Kepala Desa atau tidak," cetus Rustam, pada Kamis 7 Desember 2017.

Selain itu, Rustam menegaskan, Inspektorat jangan hanya diam ketika ada informasi dari masyarakat atau media mengungkapkan sejumlah dugaan temuan ADD dan DD yang dilakukan oleh oknum Kelapa Desa, seharusnya itu dijadikan atensi Inpektorat untuk menelusuri.

"Sebab Presiden telah memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder, termasuk masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan ADD dan DD yang dilakukan oleh Kepala Desa. Jadi, Inspektorat jangan hanya periksa ADD dan DD diatas kertas saja, tapi perlu turun ke lapangan memeriksa setiap program desa yang menjadi dugaan penyalagunaan anggaran," jelasnya.

Dari hal tersebut, Rustam mengungkapkan, realisasi program di lapangan tidak sesuai dengan laporan pertanggung jawaban secara administrasi yang disampaikan ke Inspektorat. Jika dilihat secara dekat, maka Inspektorat akan menemukan adanya temuan kerugian negara.

"Apakah hal ini dinamakan dengan temuan administrasi? Inspektorat tidak bertaji, karena tidak berani mengungkap dugaan korupsi ADD dan DD di Haltim," semprot Rustam. 

Don
Share:
Komentar

Terbaru