Diduga Depresi, Perempuan Ber-KTP Jakarta Meninggal

Editor: Indotema.com
[caption id="attachment_1457" align="alignnone" width="600"] Korban Alm. Sri Hastuti| fahri-malut.co[/caption]

TERNATE,MALUT.CO- Seorang perempuan ber-KTP Jakarta, Sri Hastuti akhirnya meninggal dunia di kamar kosan milik Ibu Hawia Awal, Minggu 14 Mei 2017. Korban meninggal diduga depresi setelah melahirkan dan dirawat Rumah Sakit Umum Chasan Bisoerie (RSCB), selama 10 hari.


Sang ibu kos Hawia Awal saat di konfirmasi MALUT.CO mengatakan, Sri Hastuti (almarhumah) baru bersama Dani (nama semaran), datang ke Ternate sekitar 4 bulan lalu.


“Awal saya kira mereka adalah pasangan suami istri, ternyata mereka belum menikah,” kata Hawia Awal.


Menurt Hawia, Almarhumah dirawat di RSCB setelah melahirkan seorang bayi prematur. Meski masih memerlukan perawatan, kata Hawia, almarhum meminta untk keluar dari rumah sakit.


“Bayinya masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit karena bayi tersebut lahir prematur,”ungkapnya


Menurut keterangan Saksi Musafak, (kerabat Almarhum), sekitar pukul 19.00 Wit, saksi di telpon oleh ibu Kos sdri. Hawiah, Untuk datang ke kamar kos Almarhum, dengan tujuan membawa Almarhum berobat ke orang Pintar (Dukun kampong) yang beralamat di Kelurahan Toloko.


Kemudian sekitar Pukul 20.00 wit, Musafak tiba bersama seorang teman, Erik Setiawan. Mereka langsung membawa korban ke orang pintar (Dukun Kampong).


Setelah berobat sekitar 2 jam, tepat Pukul 22.00 WIT, mereka langsung memulangkan almarhum ke Kosan. “Almarhum tidak mau makan,” kata Saksi.


Namun, Sekitar Pukul 01.10 WIT, Almarhum sudah tidak bernafas lagi (Meninggal Dunia).


Kasat Reskrim Res Ternate AKP Moch Arinta Fauz bersama anggota lainya yang tiba Pukul 01.30 WIT langsung melakukan Identifikasi terhadap Zasad Almarhum.


Hasil, Almarhum diduga meninggal Dunia karena sakit mengingat baruh selesai melahirkan di rumah sakit umum hasan Bosoerie Ternate sekitar 10 hari kemarin dan saat ini anak Almarhum masih RSU.


Diperkiran penyebab meninggalnya Almarhum karena, Stres, malu akubat bayi yang dilahirkan tidak memiliki ayah dan kurang menjaga kondisi badan paska setelah melahirkan.


Kasus seorang ibu melahirkan bayi tanpa ayah dalam Wilayah Kota Ternate akan kembali terjadi, kata Moch Arinata, mengingat praktek Prostitusi terjadi diberbagai tempat tanpa adanya pengawasan dari pihak Dinas Sosial.


Sementara itu Dani sendiri sedang menjalani proses penyelidikan dari pihak kepolisian, dari Polres Ternate. Pihak kepolisian mengatakan akan diberitahukan hasilnya apabila suda selesai, hingga berita ini di tulis, pihak kepolisian sendri tidak memberikan tanggapan apapun terkait dengan hal tersebut.


Fahri/Aan

Share:
Komentar

Terbaru