DERITA SISWA PULAU HIRI DI HARI PENDIDIKAN

Editor: Indotema.com
[caption id="attachment_1117" align="alignnone" width="576"] Suasana di pelabuhan penyebranagan Sulamadaha | Foto Junaidi Dahlan[/caption]

TERRNATE, MALUT.CO - Hari ini 2 Mei adalah hari Pendidikan Nasional yang dirayakan diseluruh pelosok Nusantara. Beda halnya dengan Para siswa di Pulau Hiri, di hari pendidikan ini masih seperti hari-hari sebelumya, hingga saat ini siswa SMA Negeri 6 Kota Ternate asal dari Pulau Hiri masi berjibaku dengan gelombang dan ganasnya laut untuk berjuang demi mendapatkan ilmu pengetahuan di lingkungan Tabanga Kelurahan Tobololo Kota Ternate. 


Seperti Ulan Ruslan, siswa kelas dua di SMA Negeri 6 Kota Ternate ini sambil menangis mencurahkan isi hatinya saat ditemui MALUT.CO "kalau musim ombak, tong samua (siswa asal pulau Hiri) baju basah sampe pulang satu kali" cerita Ulan dipelabuhan penyebrangan Sulamadaha.

 

Lebih lanjut Ulan mengungkapkan bahwa dirnya beserta teman sering berjalan kaki, pasalnya jika musim angin dan ombak,  para penumpang pulau Hiri harus turun di teluk Sao Ma Daha yang berjarak sekira 300 meter dari Kelurahan Sulamadaha. "kalu angin harus turun di hol (Teluk)" singkat Ulan yang berasal dari Dorari Isa ini. 

 

[caption id="attachment_1118" align="aligncenter" width="600"] Suasana saat siswa pulau Hiri turun di pelabuhan penyebrangan Sulamadaha | Foto Junaidi Dahlan[/caption]

 

Senada, Siswa kelas tiga SMA Negeri 6 Kota Ternate,  Fikram M. Maruf mengatakan bahwa dirinya sudah tiga tahun melaksanakan aktivitas ke sekolah dengan rintangan yang ada. 

 

"sudah tiga tahun ini, pergi ke sekolah dengan seadanya,  bajalang (berjalan) kaki dari Hol (Tanjung Sao ma daha) ke Tabanga itu pigi-pulang,  mau panas kah, hujan kah, sikat" kata Fikram kepada MALUT.CO sekira pukul 07.30  WIT pada Selasa 2 Mei 2017.

 

Sementara itu, Pemuda Pulau Hiri yang Juga pendiri Hiri Institute, Abd. Rahman Salam S. Sos, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa anak-anak Hiri meski dengan keterbatasan fasilitas, mereka tetap optimis.

 

"Pendidikan bagi anak hiri adalah perjuangan melawan kebodohan dari cengkraman pola pembangunan yang tidak berpihak pada aspek-aspek pendukung dunia pendidikan. Anak Hiri belajar dan berusaha keras keluar dari carut marutnya fasilitas pendidikan yang terbatas demi untuk meraih masa depan, mereka tidak apatis terhadap realitas, tetapi mereka optimis dengan kondisi dunia pendidikan yang penuh keterbatasan fasilitas yang ada" ujar Rahman saat dikonfirmasi MALUT.CO via WhatsApp. 

 

Rahman berharap pemerintah Kota Ternate dapat merespon masalah-masalah yang dialami masyarakat Pulau Hiri.

 

"kiranya pemerintah kota ternate lebih menjunjung tinggi aspek-aspek pendukung pendidikan di pulau hiri" harapnya. (Ibas) 

 
Share:
Komentar

Terbaru