Si Cantik Penakluk Lintasan

Editor: Redaksi author photo
Safira Stefani Sufino saat bersiap di garis start | Foto Mufrid 

Laporan : Mufrid Tawary.

Jika biasanya perempuan cantik selalu menghiasi lintasan sebagai umbrella girls, untuk menemani para pembalap sebelum memulai start, paras cantik Safira Stefani Sufino (16), malah tampil menjadi satu-satunya perempuan penakluk lintasan.

Safira yang mengenakan baju balap putih biru bertuliskan “PARDIDU” tampak garang dan menjadi buah bibir penikmat balap motor di Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) ke II di Kabupaten Halmahera Utara (Halut). 

Meski masih belia, Safira tampil mewakili kaum hawa. Tak heran jika ratusan pasang mata tertuju padanya.

Safira yang turun di kelas bebek 125 cc tampil memukau dengan berhasil mempersembahkan medali perunggu. Keberhasilannya itu membuat Safira tak kalah maskulin dari para pembalap laki-laki lainnya.

Safira Stefani Sufino, saat diajak foto oleh warga| Foto Mufrid 

Safira bercerita, awalnya ia tak berpikir bisa menjadi pembalap seperti saat ini, karena khawatir tak diijinkan oleh kedua orang tuanya. Tetapi, kekhawatirannya salah karena bakatnya itu justru direstui kedua orang tuanya. 

“Ketika saya bilang di mama (Ibu). Mama justru mengizinkan,” aku gadis manis kelahiran Makassar Sulawesi Selatan, saat ditemui di kediaman Safira di Kompleks Kampung Baru Desa Rawajaya Kecamatan Tobelo Tengah.

Setelah diizinkan Safira pun langsung menyervis motornya di bengkel. Setelah selesai diservis, Safira langsung menjalani latihan selama enam hari, dan langsung diikutkan dalam Tournamen balap di Piala Bupati Ke II Tahun 2016. Bakat si cantik itu mengalir dari pamannya yang telanten menempa Safira dengan latihan yang maksimal. Hal itu membuat Safira mudah beradaptasi dengan getaran motor balap yang telah dimodifikasi.  

Alhasil, darah manis yang mengidolakan Valentino Rossi itupun mengawali kariernya dengan hasil yang meyakinkan mewakili tim Morotai Auto Otomotif (MAO), dari sekian pembalap. Safira pun tercatat sebagai salah satu pembalap yang diperhitungkan, sehingga setiap kejuaran balap selalu diikutsertakan.

Safira Stefani Sufino, saat foto bersama denga  ketua panitia Porprov II, seusai penerimaan hadiah| Foto Mufrid 

Keikutsertaan di Porprov merupakan turnamen ketiga yang diikutinya. “Dalam balap kali ini. Saya  kerja keras untuk memberikan yang terbaik. Dan hasilnya saya bisa naik podium,” kata Safira mengakhiri perbincangan.

Impian besar Safira adalah ingin tampil di Sirkuit Sentul dengan membawa nama Maluku Utara. 

Salah satu siswi SMA Negeri 1 Pulau Morotai ini juga memiliki sejumlah bakat di bidang olahraga yang juga telah mendulang sejumlah prestasi. Sebelum mengenal dunia balap motor, Safira lebih dulu mengenal Karate. 

Tak tanggung-tanggung, sejumlah medali emas pernah diraihnya dalam olahraga bela diri itu ketika masih tinggal di Kota tempat kelahiran Wakil Presiden. Bahkan, ia menjadi salah satu atlet Karate yang mewakili Kota Makassar pada kejuaraan Karate Nasional yang dipusatkan di kota  Banten Jawa Barat. 

“Tak gampang menjadi pembalap. Tapi dari karatelah saya belajar tentang kedisiplinan. Itu yang membuat saya cepat beradaptasi meski balap motor tampak garang bagi kaum perempuan,” tutupnya dengan senyum manis.
Share:
Komentar

Terbaru