Pemkot Rencana Tutup Pintu Masuk dan Keluar Tidore

Editor: Redaksi author photo
Walikota Tidore Kepulauan
Pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan sedang mempersipakan skenario baru untuk melakukan pentupan jalur masuk dari dan ke Kota Tidore Kepulauan menjelang lebaran Idul Fitri Tahun 1441 Hijriya, 2020 Masehi.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi melonjaknya arus masuk dan keluar orang dari dan ke wilayah Kota Tidore Kepulauan menjelang Idul Fitri, guna mencegah penyebaran virus corona di wilayah tersebut.

Hal ersebut terungkap dalam rapat terbatas pemerintah kota bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan pada Jumat pagi, (1/5/2020), di Aula Suktan Nuku kantor Walikota Tidore Kepulauan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Walikota selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, MH, tersebut, juga mempertegas kembali soal pemberlakuan physical distancing atau jaga jarak fisik secara ketat, di sejumlah tempat umum seperti pasar, terminal, jumlah penumpang orang dalam angkutan umum, kendaraan pribadi, speed boat, kapal kayu dan sejumlah tempat yang berpotensi mengundang banyak orang.

“Kita akan mempersiapkan dengan baik menjelang pentupan pintu masuk dan keluar wilayah Kota Tidore Kepulauan menjelang lebaran Idul Fitri nanti,” ungkap Ali Ibrahim. Menurut Ali, langkah ini ditempuh untuk mencegah munculnya kasus transmisi lokal Covid-19 seperti yang dialami oleh Kota ternate.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini memerintahkan kepada seluruh Tim Gugus Tugas untuk segera memprsiapkan secara matang rencana pentupan seluruh pintu masuk dan keluar wilayah Kota Tidore Kepulauan sehingga pada saat pemberlakuan nanti masyarakat sudah siap, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

“Seluruh Tim Gugus Tugas harus bekerja ekstra untuk mempersiapkan rencana penutupan seluruh jalur atau pintu masuk dan keluar Tidore, secara matang. Termasuk dari unsur TNI dan Polri saya minta juga bergerak untuk mendukung upaya pencegahan melalui penutupan jalur masuk dan keluar Tidore,” tegas Ali Ibrahim.

Menurut Ali Ibrahim, pusat aktivitas ekonomi seperti pasar dan lainnya di dalam wilayah KotaTtidore Kepulauan tidak ditutup hanya lebih memperketat sistem jaga jarak fisik atau physical distancing, seperti di pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat local, misalnya, akan diberlakukan physical distancing sehingga tidak mengahambat perputaran ekonomi masyarakat kecil.

Ali Ibrahim juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi wabah virus corona, mengikuti seluruh imbaun pemerintah, sering mencusi tangan di air mengalir menggunakan sabun baik sebelum maupun sesudah beraktivitas, memakai masker jika keluar rumah serta ikut mendukung upaya pemerintah kota dalam mencegah penyebaran virus yang mematikan ini.


Hal senada dikemukakan Sekretaris Daerah yang juga selaku Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan. Menurut Asrul Sani, kajian secara matang dan komprehensif harus disiapkan oleh tim Gugus Tugas, termasuk upaya sosialiasi ke masyarakat oleh tim gabungan dari Gugus Tugas. “Kita harus begerak cepat, tidak boleh lambat,” tegas Asrul Sani.


Share:
Komentar

Terbaru