Kadiknas Sony : Pelajaran Mulok Jangan Hanya Jadi Ajang Kuliner

Editor: Redaksi
Sony Balatjai | Foto Istimewa

JAILOLO,MALUT.CO - Kepala Dinas Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Sony Balatjai, meminta sekolah tidak menjadikan Muatan Lokal (Mulok), sebagai acara kuliner para guru diakhir tahun. 

Menurut Kadis, Mulok itu adalah bekal hidup bagi peserta didik. Dengan itu, harus dibuat kurikulum oleh masing-masing sekolah terkait standar guna Mulok agar bisa berjalan efektif.

Standar kurikulum untuk Mulok jika kelak sudah ditetapkan oleh sekolah, maka  para guru bisa lebih memahami apa yang akan dilakukan oleh guru disaat adanya Muatan lokal setiap akhir tahun.

"Tidak perlu harus orang tua siswa buat makanan daerah seperti ketupat. Tapi guru menyuruh siswa bawa daun kelapa agar diajari buat ketupat agar di masak bersama siswa supaya praktek itu bisa dijadikan bekal hidup bagi anak," pinta Kadis kepada Malut.Co, pada Senin (11/12/2017). 

Sony menjelaskan, standar kurikulum yang dibuat oleh sekolah harus sesuai dengan tahapan pembelajaran sebagaimana ditetapkan kurikulum nasional, yang secara berjenjang antara kelas 1 SD dan kelas 6 serta SMP dan SMA.

"Contoh Siswa SD kelas 1 (satu), standarnya dari kurikulum Mulok jika suda ada, maka untuk siswa pada usia itu mungkin baru pada tahapan pengenalan bisa bisa disuru membuat ketupat apalagi memasak." bebernya.

Kadis mengaku, sekolah di Halbar yang baru memiliki Mulok terstandar layak adalah sekolah di Kecamatan Tubaru. Dengan begitu, di kecamatan lain diharapkan membuat standar kurikulum itu agar Mulok tidak hanya sekadar makan minum akhir tahun para guru yang dibawa oleh murid dari rumah. 

Lan
Share:
Komentar

Terbaru