Anggota DPRD Halut, Desak Copot Sekda

Editor: Indotema.com
TOBELO,MALUT.CO-Indikasi dugaan pergeseran dana sebesar Rp 36 Milliar mulai mendapat titik terang. Sejumlah anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Utara meminta agar Pemerintah Daerah mempertanggungjawabkan pergeseran nilai anggaran tersebut.

“Frans Manery selaku Bupati dan Muhlis Tapi Tapi selaku Wakil Bupati harus mengevaluasi Sekda Fredy Tjandua, atau bila perlu dicopot saja,” tegas Ifan Sokonae. Salah satu anggota Komisi I, Senin 31 Juli 2017.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku, sikap Pemerintah Daerah dalam hal ini sekretaris Daerah telah menabrak aturan karena sepihak melakukan pengalihan angka nominal. Jika mengacu pada Permendagri Nomor 13 tahun 2006, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 tahun 2005, dan pedoman penyusunan APBD, setelah pembahasan di DPRD hasilnya dibawa ke Gubernur. Hasil evaluasi dari Gubernur dikembalikan ke Daerah mestinya langsung diberikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD, guna diadakan pembahasan penyempurnaan. Kemudian disahkan melalui sidang paripurna. Mekanisme tersebut tidak dilakukan oleh Pemda.

“Jadi soal peralihan dana pihak DPRD tidak tahu menahu. Sebab, setelah evaluasi dari Gubernur. Pemda langsung sepihak mengalihkan angka nominal tanpa sepengetahuan DPRD,” tambah Ifan.

Terpisah, salah satu anggota Komisi III Bahardi Ngongira mengatakan, terkait pengalihan dana, Pemda harus bertanggungjawab, karena telah mengabaikan mekanisme. “Saat ini kami dari fraksi Fraksi Gerindra bekerja full mendorong pembentukan Pansus,” aku Bahardi.

Sedangkan Isu dugaan peralihan anggaran senilai Rp 36 Milliar ini mulai dikecam sejumlah ormas. Salah satunya LMND Wilayah Halut, yang kemarin pagi melakuan aksi di depan Kantor DPRD. Tujuannya, mendesak DPRD dan Pemda agar menjelaskan adanya pergeseran anggaran. Kemudian mendesak secepatnya membentuk Pansus, mendesak Kejaksaan Negeri menyelidiki APBD siluman senilai Rp 36 Milliar, dan mendesak Agar sekda Di Nonjobkan dari jabatan.

Demo yang berujung tatap muka itu sempat terjadi adu mulut. Anehnya, adu mulut bukan dari pihak pendemo dan anggota Dewan melainkan sesama anggota dewan.  

Zet
Share:
Komentar

Terbaru