-->

TEKAN DISPARITAS HARGA, KAPAL BARANG DIJADWALKAN 2 BULAN SEKALI MASUK TIDORE.

Editor: Taufik
[caption id="attachment_1195" align="aligncenter" width="600"] Aktivitas kapal barang Saviour di peabuhan Surabaya[/caption]

TIDORE, MALUT.CO – Kapal Konteiner Savior yang mengangkut barang pesanan pengusaha Di Kota Tidore Kepuluan, diharapkan bisa terjadwal dua bulan sekali. Pasalnya guna menjamin ketersedian dan disparitas harga barang di Kota Tidore Kepulauan.


Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (BAPPELITBANG), Kota Tidore Kepulauan, Dr Marwan Polisiri saat ditemui Malut.co di Kedai Cesar, pantai Tugulufa, Jumat 5 Mei 2017.
Kapal dengan rute Surabaya-Makassar-Tidore-Tobelo-Bacan, itu direncanakan tiba di Tidore tanggal 11 Mei 2017 mendatang.


“Dengan adanya rute langsung Tidore seperti ini, kita dapat menekan disparitas harga barang,” kata Marwan.
Barang yang dipesan menurut Marwan, sebanyak 10 konteiner. Jumlah itu sesuai pesanan pengusaha.


“Sebenarnya kouta untuk tidore bisa 30 konteiner, tapi pesanannya hanya mencapai 10 konteiner,” jelasnya


Marwan mengatakan, rute langsung kapal barang tersebut mampu merubah perilaku pengusaha yang selama ini berakibat pada tingginya disapritas harga barang. “Di Ternate, Satu konteiner 19 juta sampe di gudang. Kami usahakan di Tidore lebih murah hingga harga 15 juta sampai ke gudang,” ungkapnya.


[caption id="attachment_1197" align="aligncenter" width="600"] Kepala BAPELITBANG Kota Tidore Kepulauan, Dr. Marwan Polisiri[/caption]

Untuk itu, lanjut Marwan, keberadaan rute kapal barang langsung tersebut sekaligus mengubah perilaku pengusaha di Tidore. Pemerintah berupaya agar rute kapal dan daya beli barang tetap konsisten.


“Biasanya, pengusaha ambe dulu baru jual. Dengan jaminan ini, kita rubah bayar dulu baru ambe barang" tutut Marwan.


Pemerintah Tidore Kepulauan punya tantangan terhadap konsistensi tersebut, tambah Marwan, yakni sebagai wujud untuk memastikan progaram tol laut di Kota Tidore kepulaun bisa berjalan dengan baik. “Yang terpenting adalah kita bisa membangun kepercayaan, agar pengusaha tidak ragu-ragu memesan barang,” kata Marwan.


Tanpa menggunakan Dwelling Time, kata Marwan, pembongkaran barang lebih cepat dari biasanya terjadi di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Meski demikian, Marwan memastikan jasa buruh pelabuhan tetap digunakan. Akan tetapi perilaku buruh tetap diawasi dan dikontrol agar tidak ada pungutan liar di saat pembongkaran barang.


(Ibas/Aan)

Share:
Komentar

Terbaru