Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Amru Arfa di Dampingi Kordiv Hukum dan P2H, Supriyanto M. Ade saat menggelar konfrensi perss |
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tidore Kepulaun,
menemukan sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit KPU) data pemilih untuk
digunakan pada Pilkada Serentak
2024.
“Pelanggaran di temukan saat uji petik mulai dari 24 Juni – 15 Juli 2024 yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan” Kata Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, Amru Arfa saat Jumpa Pers. Selasa 16 Juli 2024. di Ruang sidang Bawaslu Kota Tidore Kepulauan
Amru membeberkan bahwa pihaknya menemukan 9.925 Kepala
Keluarga (KK) dan 26.003 Jumlah pemilih yang telah di coklit, namun ada 6 KK dan 15 Jumlah Pemilih berdasarkan NIK (Nomor
Induk Keluarga) yang tersebar di Kecamatan Oba Utara, Oba, dan Oba Selatan
belum dicoklit.
“Sementara Untuk kecamatan Tidore, Ada 4 KK dan 9 Pemilih yang belum dicoklit namun telah ditempel
stiker” Bebernya.
Lebih lanjut, Amru mejelaskan
bahwa sejumlah data pelanggarn tersebut telah dikirimkan ke Komisi Pemilihan
Umum (KPU) sebagai catatan saran perbaikan.
“Saran perbaikan itu senantiasa diperbaiki oleh PPK (Panitia
Penyelengara Kecamatan) mupun jajarannya KPU sehingga data pemilih yang
memenuhi kualifikasi syarat harus di akomodir” Imbuhnya.
Khusus Pengawasan Lanjut Amru, Pihaknya memfokuskan pada 8
item pengawasan, tetapi hanya satu item yang kita dapatkan. “bahwa dalam proses
Coklit itu tidak dilakukan sesuai prosedur sebagaimana ditetapkan dalam peraturan
KPU”
Lanjut dikatakan Amru, pihaknya terus berkomitmen mengawasi
proses Coklit semaksimal mungkin, agar sisa waktu tahapan coklit dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh KPU.
Menurutnya, KPU jangan hanya mengejar realisasi capaian
angka, namun harus mengutamakan kualitas coklit, sehingga tidak ada data ganda
ataupun kesalahan lain dalam Coklit.
"Kami berharap KPU mampu menyelesaikan tahapan ini
dengan baik, sehingga mengakomodir semua hak masyarakat didapatkan," Tutupnya.