Danny Dinilai Hilangkan Ruh FKR dan FTJ

Editor: Indotema.com
[caption id="attachment_1406" align="aligncenter" width="600"] Suasana Pembukaan FTJ | Foto Istimewah[/caption]

JAILOLO,MALUT.CO- Bupati Halmahera Barat (Halbar), Danny Missy, Dinilai Hilangkan Ruh Ivent Festival Kepulauan Rempah (FKR), dan Festival Teluk Jailolo (FTJ). Pasalnya, kedua agenda promosi daerah itu berjalan tanpa fokus dan arah yang jelas.


Hal itu dinilai oleh penggagas Festival Teluk Jailolo, Kalbi Rasid, pada MALUT. CO, Jumat, 12 Mei 2017.


Menurut Kalbi, beberapa agenda yang ditampilkan panitia dalam jadwal kegiatan telah keluar dari semangat festival itu sendiri. Festival Kepulauan Rempah yang notabene mempromosikan Rempah-rempah di Halbar malah kehilangan arah dan berbalik menonjolkan acara lain seperti menari lalayon yang digenjot untuk rekor Muri.


Selain itu, Holli India dan acara pernikahan massal juga melengkapi keanehan di FTJ. Sebab, kedua kegiatan itu tak bersinggungan langsung dengan kebudayaan setempat. Apalagi, kedua kegiatan itu sudah lazim dilaksanakan di tempat lain.


Kalbi membandingkan FTJ saat di gelar dengan pagelaran perdana, awal tahun 2009. Meski hanya dengan modal Rp 86 juta, kata Kalbi, cukup menarik perhatian wisatawan mancanegara, hingga bisa menyelam melihat keindahan bawa laut teluk Jailolo serta menyaksikan panorama mangrove Halbar.


Dengan demikian, Kalbi menilai FTJ ke-9, hanya sekadar menghabiskan uang rakyat. Anggaran dari APBD Halbar. "Festival ini menggunakan uang dari Halbar. Maka itu harus mempromosikan apa yang ada di Halbar bukan mempromosikan apa yang punya orang lain." Ketus Kalbi.


[caption id="attachment_1405" align="alignnone" width="600"] Kalby Rasid, penggagas Festival Teluk Jailolo | Foto Istimewah[/caption]

Kalbi berharap, panitia dapat mendesain sesuatu yang berbeda, yang belum dilakukan orang lain dengan tidak menghilangkan konsep dasar Festival. Wisatawan mancanegara dapat melihat sesuatu yang unik yang ditampilkan Halmahera Barat sehingga berbondong-bondong mengunjungi kabupaten ini. 


Kalbi menyatakan banyak potensi yang dimiliki Halbar, berbeda dengan daerah lain. Seperti halnya tarian Sara Dabi-Dabi, dan jenis mangrove serta bawa laut Halbar. Ikon itu seharusnya dapat ditampilkan lebih khusus, agar FKR dan FTJ tidak dinilai oleh masyarakat hanya sekadar ivent berpotensi proyek.


Lan/Aan

Share:
Komentar

Terbaru